Harum nafasmu masih tercium sampai disini
Tanpa terasa detak jantungmu menyadarkanku
Bahwa detik ini adalah detik bersejarah bagimu
Ijinkanlah aku untuk sekedar berucap,
Met ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu ...
Dear iis !!
Maafkan aku telah lancang mengetik dilayar komputer ini , yang spesial di tujukan hanya buat kamu seorang. Susah aku berfikir untuk membuatnya hingga mohon kamu sudi untuk membacanya walaupun hanya sekali saja.
Ku ukir kata demi kata, dengan rasa berdegug dalam hatiku yang tak menentu. Tapi ini harus aku lakukan, karena aku tak lagi sanggup menahannya. Aku ingin meluapkan semua, perasaan yang kupendam sejak kita pertama berjumpa.
Perasaan ini sudah tak terbendung lagi, kecantikan kamu, tulus budi kamu, sikap lembut kamu, dan rasa cinta serta perhatian yang ada padamu membuat hatiku tak berkutik lagi. Engkau begitu sempurna bagi ku, hingga hanya ada kamu di setiap waktu dan hayalku.
Jika boleh aku katakan "Aku Mencintai Mu dan ijinkan aku menjaga dan mendampingimu selalu". Apapun jawaban kamu aku terima, karena pilihan kamu adalah kebahagiaan bagimu yang berarti kebahagiaan aku juga. Jika di terima aku janji untuk setia bersamamu...
Sekali lagi aku minta maaf atas kelancangan ku, tapi apa dayaku, ku terlanjur jatuh hati pada mu
.ku menati jawabanmu ???
Seandainya kata bisa bicara
Lebih jelas dari hanya sekedar kata
Mungkin aku tak perlu lagi membuat puisi cinta untukmu
Maka izinkanlah goresan tinta
Bicara lebih banyak tentang apa yang tersimpan
Tentang rasa yang ada dalam dada
Aku merasa seperti menginjak bumi pertama kali
Saat bertemu denganmu
Rambut yang indah
Mata yang mempesona
Bibir yang manis
Sebuah kesan yang begitu menggota darimu
Dan rasa ini pun lahir
Yang tak bisa terbaca dengan kata-kata
Yang mengusik hati dan pikiran
Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh
Berbincang tentang apapun
Dan menertawakan hembusan angin yang selalu bersama
Tidakkah aku aneh bagimu?
Aku coba menembak rembulan
Pun meleset, setidaknya kudapatkan sepotong bintang
Seandainya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan
Setidaknya aku sudah jujur menungkapkannya padamu
Maafkan aku telah lancang mengetik dilayar komputer ini , yang spesial di tujukan hanya buat kamu seorang. Susah aku berfikir untuk membuatnya hingga mohon kamu sudi untuk membacanya walaupun hanya sekali saja.
Ku ukir kata demi kata, dengan rasa berdegug dalam hatiku yang tak menentu. Tapi ini harus aku lakukan, karena aku tak lagi sanggup menahannya. Aku ingin meluapkan semua, perasaan yang kupendam sejak kita pertama berjumpa.
Perasaan ini sudah tak terbendung lagi, kecantikan kamu, tulus budi kamu, sikap lembut kamu, dan rasa cinta serta perhatian yang ada padamu membuat hatiku tak berkutik lagi. Engkau begitu sempurna bagi ku, hingga hanya ada kamu di setiap waktu dan hayalku.
Jika boleh aku katakan "Aku Mencintai Mu dan ijinkan aku menjaga dan mendampingimu selalu". Apapun jawaban kamu aku terima, karena pilihan kamu adalah kebahagiaan bagimu yang berarti kebahagiaan aku juga. Jika di terima aku janji untuk setia bersamamu...
Sekali lagi aku minta maaf atas kelancangan ku, tapi apa dayaku, ku terlanjur jatuh hati pada mu
.ku menati jawabanmu ???
Seandainya kata bisa bicara
Lebih jelas dari hanya sekedar kata
Mungkin aku tak perlu lagi membuat puisi cinta untukmu
Maka izinkanlah goresan tinta
Bicara lebih banyak tentang apa yang tersimpan
Tentang rasa yang ada dalam dada
Aku merasa seperti menginjak bumi pertama kali
Saat bertemu denganmu
Rambut yang indah
Mata yang mempesona
Bibir yang manis
Sebuah kesan yang begitu menggota darimu
Dan rasa ini pun lahir
Yang tak bisa terbaca dengan kata-kata
Yang mengusik hati dan pikiran
Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh
Berbincang tentang apapun
Dan menertawakan hembusan angin yang selalu bersama
Tidakkah aku aneh bagimu?
Aku coba menembak rembulan
Pun meleset, setidaknya kudapatkan sepotong bintang
Seandainya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan
Setidaknya aku sudah jujur menungkapkannya padamu

